Ketika kami baru mengenal da’wah salafiyah, sering kami memandang anak-anak
ummahat yang lucu-lucu, sambil membayangkan betapa bahagianya mereka dididik
oleh orang tua yang sudah mengenal dan memahami da’wah yang mulia
ini.
Senang rasanya membayangkan kelak mereka akan menjadi generasi
yangtangguh yang dididik sejak dini dengan pemahaman generasi terbaik
ummat. Dibandingkan dengan kami yang baru mengenal,yang melewati masa
remaja tanpa mengenal manhaj yang haq ini, tentu sangat jauh.
Sekian tahun telah berlalu, kini anak-anak kecil itu telah tumbuh menjadi remaja
dan anak dewasa. Apakah mereka seperti yang kami bayangkan,menjadi remaja
atau generasi yang berahlak mulia, menjadi tentara-tentara assunnah, menjadi
generasi yang mencintai ilmu dan mengamalkannya? Sayang sekali ternyata
sebagian dari mereka tidak seperti itu. Justru sebaliknya, banyak diantara
mereka tumbuh menjadi generasi yang pincang, generasi yang layu sebelum
berkembang.
Kenapa bisa?
Kenapa bisa?