Rabu, 26 Maret 2014

Cerita Liburanku

Oleh: Ahmad Haidar Vaqihuddin (Kelas 1A SD Islam As Salam)
Setelah menerima rapot, aku bersama Bunda dan adik pergi ke rumahnya Eyang di Kota Batik, Pekalongan Jawa Tengah. 
Disana aku bertemu dengan saudaraku yang bernama Abiyasa, kami bermain bersama, ada mainan monopoli, bulu tangkis, ayunan, sepak bola, kejar-kejaran dan petak umpet. 
Kami makan pecel buatan Eyangti yang sangat lezzat (karena lapar setelah bermain hehe), kami juga membuat mainan dari barang bekas, memasak cilok (mengaduk, menguleni tepung kanji kemudian dimasak di api mendidih-dengan pendampingan Bunda) bersama kemudian kami makan beramai-ramai. 
Rasanya gembiraaa sekali, kadang-kadang kami tertawa bersama saat ada kejadian yang lucu. 

Selasa, 19 November 2013

MSG Lagi....MSG Lagi...

"Eih seneng banget sih membahas tentang SH, lagian nggak perlu detail banget lah nanyain halal haramnya makanan, kan yang penting makanan itu kelihatan bukan darah, daging babi atau bikin mabuk ya sudah, berarti halal...." begitu koment salah seorang teman saat saya menanyakan kehalalan sebuah produk makanan.
Hemmm okelah kalo memang nggak merasa ini penting ya sudah, yang jelas, apapun yang kita lakukan akan diminta pertanggungjawabannya kelak, saya hanya sekedar mengingatkan untuk lebih berhati-hati dengan makanan yang kita konsumsi, jika dirasa tidak berkenan ya tidak perlu dipermasalahkan secara berlebihan. That's all. 
Tulisan ini bukan masalah halal haram, tapi mungkin

Selasa, 05 November 2013

Muhasabah Awal Tahun Hijriah

Tak terasa 12 bulan ( Muharram, Shafar, Robiul Awal, Robiul Akhir, Jumadil Awwal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqo'dah, Dzulhijjah ) tahun 1434 H telah kita lalui.
Lalu apa yang sudah kita perbuat selama ini, bagaimana kualitas ibadah kita, bagaimana kualitas amal sholih kita, lagi-lagi sering itu yang menjadi refleksi di akhir tahun.
Berapa banyaknya dosa yang sudah kita lakukan baik kepada Sang Pencipta maupun makhlukNya, sadar atau tidak, sengaja atau tidak sengaja.

Selasa, 22 Oktober 2013

Abah Kami Rindu Wejanganmu


Angin berhembus semilir dari lubang bawah tanah setiap tiang masjid itu. Shubuh di dalam masjid Nabawi masih penuh dengan para jama'ah an nisa'. 
Membaca, tadabbur Al Qur'an terasa sangat nikmat. Ingin rasanya saya berlama-lama duduk disana, jikalau bukan karena sebuah tepukan di bahu saya, yang mengisyaratkan agar segera beranjak berdiri atau akan di usir para asykariyah itu. 
Na'am suwayya ya ukhti...saaghliqil baab al aan...